Siapa yang tak kenal lagu "Hymne Guru"!
Dari sabang sampai merauke, lagu itu berkumandang. Lagu itu sangat indah didengar dan dirasakan. Ketika mendengarkan lagu itu, sontak jiwa para guru tergugah dan merasa terpanggil untuk mengabdi.
Iya, pengarang lagu itu Pak Sartono, seorang guru yang sekarang sudah cukup berumur yang tinggal di kota kecil Madiun. Sekarang beliau sudah tidak mengajar lagi.
Kehidupan sehari harinya serba pas pasan. Dengan dibantu dan ditopang oleh istrinya yang masih mengajar, mereka menjalankan kehidupannya. Kalau kita membandingkan dengan pengarang2 lagu dewasa ini, alangkah tidak adilnya. Kita lihat, almarhum mbah Surip yang mengarang lagu "tak Gendong" saja, masih mendapatkan royalti. Apalagi kalau kita lihat pengarang lagu seperti Ahmad Dhani, Anang, dll, mereka benar benar hidup dengan serba berkecukupan.
Yakinlah pak Sartono, biarlah royalti dunia tidak Bapak dapatkan. Tapi setiap lagu itu dikumandangkan, Allah akan membayarnya dengan pahala di akherat. Bisa jadi di kehidupan dunia kita tidak begitu beruntung, tapi di kehidupan akherat yang kekal dan abadi, Allah akan membayar mahal lagu karangan Bapak tersebut. Semoga Bapak tetap ikhlas.
Oleh Karena Itu, di hari Pendidikan Nasional ini, jadikan momentum buat kita sebagai guru untuk tetap berjuang demi bangsa. Maju terus para Guru Indonesia!!! jangan lihat gaji dan pendapatan. Dengan tulus dan Ikhlas mendidik anak bangsa dan calon pemimpin di masa mendatang, Insya Allah, Allah akan memberi keberkahan dalam hidup.. Aamien
Hymne Guru
Terpujilah.. wahai engkau Ibu Bapak guru
namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku
Sbagai prasasti, terimakasihku tuk pengabdianmu
engkau sbagai pelita dalam kegelapan
engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa