mana yang benar... Kerap kali umat islam terjebak pada dua pilihan berbeda, berdasarkan keyakinan dan pemikiran sendiri sendiri. bukan saja pada penentuan Hari Iedul Fitri ataw hari pertama puasa, atau hal hal yang tidak prinsip lainnya. Bahkan sampai pada penentuan arah kiblat yang dilakukan solat berjamaah.
Seringkali Iedul fitri dirayakan secara berlebihan penuh kemewahan oleh mereka yang lebih beruntung, sementara sebagian besar mereka yang kurang beruntung bertarung untuk mendapatkan hanya sedikit yang Fitri itu, sampai sampai ada yang menghembuskan nafas terahir di pagar istana Presiden yang hanya mengharapkan saweran THR seratus ribu saja.
Banyak diantara mereka merayakan Iedul fitri dengan mempertontonkan budaya demonstratif. Momentum Idul fitri menjadi etalase peningkatan kelas sosial ketika pulang kampung atau mudik melalui aksesoris kendaraan, dan gaya hidup. Sementara ada sebagian lagi menggunakan fasilitas negara untuk menghadapi Idul fitri, bahkan ada pula pemerintah daerah yang membuat kartu idul fitri untuk kepentingan pencitraan diri pribadi memakai anggaran pemerintah.
Idul Fitri dijadikan moment anti klimaks untuk kembali meliarkan nafsu setelah sebulan penuh mrasa terkekang. Padahal klimaks Idul fitri adalah Ketaqwa'an' Kembali ke fitrah. Idul fitri adalah hari kemenangan untuk orang orang yang berpuasa.
Tidak diketahui secara pasti,dan sejak kapan umat islam di Indonesia menjalankan ibadah puasa yang bermuara pada perayaan idul fitri yang sangat meriah, konon dinegeri dimana islam dilahirkan tidak dirayakan semacam itu. Idul fitri yang bermakna kembali ke Fitrah kesucian, namun yang terjadi adalah terjebak pada suatu perayaan yang gegap gempita dan keriuhan seremonial ritual. Padahal maraknya acara keagamaan yang dilakoni para orang orang yang berpuasa tidak berbanding lurus dengan karakter para pengambil keputusan. Ternyata Negeri ini tetap saja devisid perilaku prilaku kesalehan sosial. Budaya mencuri,korupsi, khianat, dan yang sejenisnya masih saja berjalan melenggang seenaknya.
Rasullah SAW bersabda untuk kita semua.. "Berapa banyak orang berpuasa, tidak mendapatkan apa-apa, kecuali rasa dahaga dan lapar belaka".. Adegan dan paparan ini adalah sebagian kecil yang benar-benar terjadi. Tapi bukanlah berarti semua kita telah membuat kesalahan. Banyak yang berbuat kebenaran, sedikit yang membuat kesalahan. WallahuAlam...
Kita mengharapkan Idul fitri 1431H akan dapat menyadarkan kita semua agar secara perlahan dapat menyelami hakekat puasa dan memaknai idul fitri secara benar, sehingga hasil yang diperoleh adalah kemenangan sejati, bukan capaian yang dangkal dan hampa makna. Perosesnya dimulai dari kita sendiri.
Kewajiban puasa selama satu bulan telah rampung, hari kemenangan untuk itu telah pula berlalu, yang tersisa adalah harapan dan Do'a. seperti yang termaktub dalam Al Baqarah 183. "Mudah mudahan kamu sekalian menjadi orang ber Taqwa"
Sesungguhnya Allah maha mendengar, dekat, dan mengabulkan Do'a.. Yaa Allah, orang yang sedang membaca catatanku ini adalah saudaraku yang terbaik, maka aku mohon agar engkau terima pahala puasanya, ampunilah segala dosanya, berilah kesehatan jasmani dan rohani, limpahkanlah rezeki yang barokah, panjangkanlah umurnya, semoga dapat bertemu dengan Ramadhan berikutnya, amin ya Raabalalamin..
Terkadang kita ingin tahu apaRSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional)? Kenapa RSBI? Untuk apa RSBI? Dan apa manfaatnya buat sekolah yang sudah RSBI? Untuk itu, pada tanggal 19 – 23 Oktober 2009 yang lalu, Pak Hidayat (Principal) dan pak Ismail (English teacher) mengikuti workshop RSBI di Yogyakarta tepatnya di hotel Saphir, di mana workshop tersebut diikuti oleh peserta-peserta dari 65 sekolah se – Indonesia, yang terdiri dari 50 sekolah negeri (RSBI) dan 15 sekolah swasta mandiri (RSBI) dan 3 sekolah standar nasional (SSN).
Selama mengikuti workshop, para peserta banyak diberikan materi tentang RSBI dan bagaimana cara menjalankan program RSBI tersebut. RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) dan SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) merupakan sekolah yang telah memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan memiliki ciri-ciri keinternasionalan yang ditinjau dari komponen SNP. Dalam RSBI Dan SBI, diharapkan murid lulusan mempunyai daya saing internasional. Sehingga, proses belajar mengajar disampaikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia atau yang dikenal dengan istilah “bilingual”.
Kurikulum yang dipakai di sekolah RSBI adalah tetap menggunakan kurikulum nasional dan ditambah kurikulum yang mengadopsi dan mengadaptasi dari Negara lain. Hal ini dilakukan agar para murid selain mendapatkan pendidikan yang mengacu pada konsep nasional, mereka juga mendapatkan model belajar internasional. Adapun ujian nasional yang ditempuh tetap menggunakan standar ujian nasional. Akan tetapi, sekolah RSBI diberi kebebasan apabila sekolah tersebut akan menambah ujian yang berstandar Internasional. Rapot yang diterima murid pun tetap berbahasa Indonesia, namun sekolah juga diberi kebebasan apabila menggunakan rapot berbahasa Inggris.
Menurut salah seorang pembicara workshop, Bapak Indra Djati Sidi yang mengisi materi dengan tema “Enterpreneur dan Leadership dalam SSN menuju RSBI”, ciri RSBI sebagai berikut:
1.Nasionalisme,
2.Memiliki standar moral yang tinggi,
3.Mandiri,
4.Kepemimpinan dan Enterpreneurship,
5.Networking,
6.Penguasaan sains, teknologi, seni dan olahraga,
7.Penguasaan bahasa asing.
Maraknya pendirian dan pengembangan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang didasari Undang- Undang nomor 20 tahun 2003 Pasal 50 ayat 3, tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN 20/2003) yang menyebutkanbahwa “pemerintah dan/ atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk di-kembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional” Dalam ketentuan ini, pemerintah didorong untuk mengembangkan satuan pendidikan yang bertaraf internasional. Standar internasional yang dituntut dalam RSBI maupun SBI adalah Standar Kompetensi Lulusan, Kurikulum, Proses Belajar Mengajar, SDM, Fasilitas, Manajemen, Pembiayaan, dan Penilaian standar internasional.
Oleh karena itu, Dengan landasan hukum UU No. 20 tahun 2003, eksistensi sekolah, daya dukung internal dan eksternal serta tuntutan masyarakat.Maka SMP Islam Al Azhar 12beserta yayasan kerjasamanya YAPI (Yayasan Asrama dan Pendidikan Islam) bekerja keras dan berupaya menjadikan sekolah Al Azhar sebagai salah satu sekolah islam yang bertaraf internasional.Alhamdulillah, pada tanggal 15 September 2009 SMP Islam Al Azhar 12 Rawamangun ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) melalui surat keputusan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Dirjen Manajemen DikDasMen Nomor 2977/C3/MN/2009.
Akhirnya, untuk mensukseskan RSBI di Al Azhar 12, kerja keras semua pihak sangat diperlukan. Selamat buat SMP Islam Al Azhar 12. Semoga sukses mencetak generasi yang bertaraf Internasional dan juga berakhlaq mulia serta mempunyai kepribadian muslim sejati.Amien ..(Ismail)
Siapa yang tak kenal lagu "Hymne Guru"! Dari sabang sampai merauke, lagu itu berkumandang. Lagu itu sangat indah didengar dan dirasakan. Ketika mendengarkan lagu itu, sontak jiwa para guru tergugah dan merasa terpanggil untuk mengabdi.
Iya, pengarang lagu itu Pak Sartono, seorang guru yang sekarang sudah cukup berumur yang tinggal di kota kecil Madiun. Sekarang beliau sudah tidak mengajar lagi.
Kehidupan sehari harinya serba pas pasan. Dengan dibantu dan ditopang oleh istrinya yang masih mengajar, mereka menjalankan kehidupannya. Kalau kita membandingkan dengan pengarang2 lagu dewasa ini, alangkah tidak adilnya. Kita lihat, almarhum mbah Surip yang mengarang lagu "tak Gendong" saja, masih mendapatkan royalti. Apalagi kalau kita lihat pengarang lagu seperti Ahmad Dhani, Anang, dll, mereka benar benar hidup dengan serba berkecukupan.
Yakinlah pak Sartono, biarlah royalti dunia tidak Bapak dapatkan. Tapi setiap lagu itu dikumandangkan, Allah akan membayarnya dengan pahala di akherat. Bisa jadi di kehidupan dunia kita tidak begitu beruntung, tapi di kehidupan akherat yang kekal dan abadi, Allah akan membayar mahal lagu karangan Bapak tersebut. Semoga Bapak tetap ikhlas.
Oleh Karena Itu, di hari Pendidikan Nasional ini, jadikan momentum buat kita sebagai guru untuk tetap berjuang demi bangsa. Maju terus para Guru Indonesia!!! jangan lihat gaji dan pendapatan. Dengan tulus dan Ikhlas mendidik anak bangsa dan calon pemimpin di masa mendatang, Insya Allah, Allah akan memberi keberkahan dalam hidup.. Aamien
Hymne Guru Terpujilah.. wahai engkau Ibu Bapak guru namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku Sbagai prasasti, terimakasihku tuk pengabdianmu
engkau sbagai pelita dalam kegelapan engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa
MGMP di Al Azhar Pusat. ngomongin tentang rencana studi banding ke Singapura.. tapi, sayangnya gw gak bisa ikutan studi banding bareng temen2 guru bahasa Inggris se Al Azhar coz ternyata, SMPI Alarm juga punya rencana studi banding Singapura and Malaysia.. knapa gw gak bisa ikutan temen2 guru bhs Inggris se Al Azhar? jawabnya, karna sponsor utamanya sama. jadi gak mungkin gw berangkat twice. Kesannya maruk bgt,hehehe. gw mesti pilih salah satunya.
skitar pukul 1.30, gw balik ke Al Azhar Rawamangun. naek busway... adem! cuma ngantrinya lumayan...sampe alarm, pukul 2.30. langsung aja gw operate my laptop and check email and et cetera.
Nah, panggilan Ashar sudah berkumandang.. sholat ashar dulu yuk...